MENU

Monday, April 6, 2020

Inilah Perbedaan Pebisnis dan Pedagang



Inilah Perbedaan Pebisnis dan Pedagang - Pernah denger jualanya tahu bulat? Dari perkampungan, komplek perumahan, jalan-jalan dan di manapun ada aja pedagang tahu bulat. Yang unik dari pemasarannya adalah cara dia woro-woro, pake pengeras suara dan dengan kata-kata yang sama. Anehnya di telinga kita, malah selalu teriang cara dia berjualan.




"Tahu bulat digoreng dadakan, llima ratusan. Gurih-gurih enyoy," begitu promosinya dan berulang sampai saya hapal. Hahaha ... dan ini juga kadang dijadiin hapalan anak-anak kecil.

Menurut buku bisnis yang pernah saya baca, pedagang macam tahu bulat, pedagang colok, cendol atau yang dagang apapun itu  bukan pebisnis. Lho kok? Padahal kan tujuannya sama? Mencari pendapatan dan keuntungan dengan produk yang dijual. Toh sama-sama pebisnis dan penjual mempunyai tujuan sama yakni menghasilkan. Namun yang membedakan di antara keduanya adalah mindset. Ulik lagi ah lebih detail, jadi penasaran kan?

Mengapa Pebisnis dan Pedagang Berbeda?


Kalau Wikipedia bilang, pedagang adalah orang yang melakukan perdagangan. Pedangan memperjualbelikan barang dan diproduksi sendiri agar dapat keuntungan. Sementara bisnis, kalau kata ahli, Prof L. R. Dicksee, "Bentuk aktivitas yang tujuan utamanya adalah untuk memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut."

Dalam berbisnis lebih berfokus pada aktivitas yang menitikberatkan, pada hasil jangka panjang yang lebih besar! Pebisnis akan membangun sistem, dari kualitas produk, pelayanan, packaging yang akan menunjang perkembangan bisnisnya.

Kalau berdagang hanya mengambil untung saat itu, atau sifatnya sementara. Kalau berbisnis memiliki skala jangka panjang, jadi butuh planning dan strategi yang matang dalam memperjual belikan produknya.

Semua orang bisa berdagang, tapi tidak semua orang punya mindset sebagai pebisnis. Inilah mengapa pelaku bisnis, lebih sedikit dibandingkan dengan pedagang.

Perbedaan lainnya bisa dilihat dari aktivitasnya. Kalau pedagang biasanya hadir di lokasi, dan fokus menghasilkan uang saat ini. Pebisnis lebih fokus kepada membangun dan mengembangkan usaha. Pebisnis tidak setiap saat ada di lokasi, karena mereka lebih sering hanya monitoring.

Mau jadi Pedagang atau Pebisnis?

Pemahaman soal berdagang dan berbisnis kadang salah kaprah, yang mengakibatkan pelaku usahanya diam di tempat dan tidak berkembang. Aktivitas berdagang dianggap sudah cukup hanya dengan menghasilkan uang, dan diberikan label bisnis makanya tidak naik kelas. Untuk berkembang, pedagang ahrus bertumbuh agar bisa naik kelas menjadi pelaku bisnis.

Perbedaan yang paling kentara soal pelaku usaha ini adalah 'mindset'. Coba lirik pedagang kaki lima di sekitarmu, mau jualannya nasi rames, nasi goreng, nasi uduk atau nasi kuning fokus jualannya ya mencari keuntungan produk yang dijual. Kalau penjual tidak enak badan alias sakit, ya warungnya tutup. Berbeda dengan ayam bakar wong Solo misalnya, dia memiliki cabang di mana-mana, es teller 77 juga punya cabang di seluruh Indonesia. Padahal jualannya sama-sama nasi atau sama-sama minuman. Tetapi yang berbeda dari pebisnis, adalah mengembangkannya menjadi besar dan tersebar. Tidak hanya jualan, tapi memberikan kelebihan tingkat pelayanan dan kualitas makanan. Yang dibangun juga tidak hanya itu saja, namun sebuah sistem yang jelas untuk berkembang. Pilih mau jadi pedagang apa pebisnis nih jadinya? Hehehe ... salam sukses!

Sumber foto :
Pexels.com

16 comments :

  1. Berarti aku isek masuk ktegori pedagang iki mb sebab dodolane sek lingkup kampus,urung nyebar aku mb...

    ReplyDelete
  2. Pingin jadi pebisnis, tapi belum bisa. Masih pedagang. Yang kalo jemput krucils warung ikutan tutup, hehehe...

    ReplyDelete
  3. Hmm..membaca kedua definisi di atas, jelas bahwa aku bukan pedagang, apalagi pebisnis ya! Haha.. tapi trims telah berbagi info ini, Nyi..

    ReplyDelete
  4. Aku suka salut sama pedagang atau pebisnis, harus bisa di zona tak nyaman tapi bisa merasa nyaman

    ReplyDelete
  5. Kalau saya... Hmm, sedang belajar jadi pebisnis yang handal dan profesional. Doain ya, Mbak!

    ReplyDelete
  6. Wuihhh, menarik nih Mbak. Saya punya toko kelontong di rumah yang saya niatkan hanya sebagai usaha sampingan sekaligus mengisi kegiatan ibu saya, daripada nggak ngapa-ngapain. Jadi saya pedagang dong ya, yang nyaris nggak ada rencana apa-apa buat ngembangin jualan saya.

    Jadi tertarik untuk belajar bisnis nih Mbak, supaya usaha kecil-kecilan saya bisa lebih maju. Tapi kayaknya akan banyak kendala deh, hehehe. Pengen nyontoh Mbak Nyi juga nih, yang sudah banyak membangun bisnis dengan jualan macam-macam barang. Semoga sukses yaa :)

    ReplyDelete
  7. Wah, jd terbuka mataku ternyata beda ya pebisnis ma pedagang.. pebisnis itu sll punya byk ide u membesarkan bisnisnya ya. Mksh mb nyi

    ReplyDelete
  8. Aku... Masih jadi pedagang angot-angotan ����
    Dulu sama suami bangun usaha, bisa jadi gitu ya, karena mindset kami belum kuat membangun sistem, jadi kek dagang aja.

    ReplyDelete
  9. Oh jadi gitu ya beda pedagang dan pebisnis sekarang jadi tetcerahkan nih. Alhamdhulilah suami mulai merintis jd pebisnis ga gampang memang apalagi di masa serba sulit kek sekarang ni. Bismilah aja niatkan ibadah

    ReplyDelete
  10. Aku baru memulai jadi pedagang tapi pengen juga jadi pebisnis, Masih harus banyak belajar nih. Kalo Nyi udah keren nih, udah merintis jadi pebisnis ya. Sukses terus buat Nyi dan Hadi, suatu hari pasti jadi pebisnis sejati

    ReplyDelete
  11. Mindset memang yang membedakan seorang pedagang dan pengusaha. Aku dari dulu nggak niat jadi pengusaha atau pebisnis. Suami malah yang sejak tahun 2000 udah resign dan punya usaha sendiri meski jatuh bangun. Kayak gitu udah keturunan juga, karena ada adiknya, kakaknya, juga sepupu yang banyak dari mereka memilih jadi pengusaha

    ReplyDelete
  12. Masih jadi pedagang. Belum mampu dan belum nyandak kalo jadi pebisnis. Tapi tetep berdoa semoga kelak naik ke level itu...

    ReplyDelete
  13. Bapakku berarti pedagang, ya, sedangkan suamiku bisa dibilang pebisnis. Atau suamiku juga pedagang juga. Pebisnis deh lebih tepatnya, karena nggak perkara untung saja yang diurusnya.

    ReplyDelete
  14. Mau jadi pebisnis atau pedagang sama-sama nggak gampang. Sampai setua ini aku kok masih ngerasa dua profesi itu kurang cocok buat aku

    ReplyDelete
  15. Saya mau jadi pebisnis, eh tapi pedagang aja musiman. Duuh, bagaimana bisa jadi pebisnis ya mbak? Saya pengen bisnis literasi, doain ya

    ReplyDelete
  16. Mantap klo nyi udah jd pengusaha dan pebisnis yang andal

    ReplyDelete

Silakan berkomentar dengan bijak sesuai dengan topik pembahasan. Salam!

Memulai Usaha dari Titik Terendah Apakah Bisa?

Memulai Usaha dari Titik Terendah Apakah Bisa - Pernah kah kamu mengalami momen, di mana kamu melihat seseorang yang sukses dalam kariern...